Profil penulis
L
583 karya publik ditemukan.
Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran Semarang
Pendidikan non formal
Dasar-dasar Manajemen Farmasi
Analisis Kimia Kuantitatif
Analisis Instrumental
Kumpulan Jawaban Patofisiologi
SEJARAH ISLAM PERIODE KLASIK
Penulisan sejarah Islam biasanya diklasifikasikan menjadi periode klasik, periode pertengahan, dan periode modern. Periode klasik identik dengan masa kejayaan Islam, periode pertengahan cenderung didominasi kemunduran Islam, sedangkan periode modern ditandai dengan kebangkitan Islam. Pada saat dunia Islam mengalami kemajuan pesat, kondisi dunia Barat sebaliknya. Tetapi orang-orang Barat akhirnya mampu mentransfer ilmu pengetahuan yang dimiliki masyarakat Muslim. Kesempatan itu memang sangat besar karena pemerintahan Islam terkenal sebagai pemerintah yang sangat toleran terhadap para penganut agama selain Islam. Sikap toleran itulah yang diteladankan oleh Rasulullah saw selama memimpin umat Islam. Pemimpin-pemimpin berikutnya juga sangat toleran. Misalnya, Khalifah ‘Umar ibn al-Khattab ketika menguasai Baitul Maqdis, atau para pemimpin lainnya, baik di kawasan Islam timur maupun barat. Bangsa Barat yang melihat kesempatan emas selama berinteraksi dengan umat Islam memanfaatkannya secara maksimal untuk mengalihkan ilmu pengetahuan. Adapun jalur-jalur yang menjadi jembatan untuk transformasi ilmu pengetahuan tersebut antara lain melalui Andalusia (Spanyol), Sicilia (Italia), dan perang salib. Demikianlah keberhasilan bangsa Barat dalam pengalihan ilmu pengetahuan dari dunia Islam sehingga sampai hari ini mereka mampu berdiri di puncak peradaban setelah berada lama dalam masa kegelapan. Agar era supremasi intelektual Islam tidak hanya sekedar nostalgia dan umat Islam tidak terlalu lama tenggelam dalam keterpurukan, lantas apa yang semestinya dilakukan. Inilah manfaat menelaah kajian sejarah masa lampau karena sejarah adalah guru kehidupan yang menyediakan garis-garis pedoman yang sangat berfaedah. Perlu ditegaskan bahwa mengembalikan kejayaan peradaban Islam merupakan kewajiban kaum Muslimin. Secara kuantitatif jumlah negara yang dipimpin oleh penguasa Muslim dan mempunyai penduduk mayoritas beragama Islam sangat signifikan. Oleh karena itu, diperlukan penyadaran kembali mengenai tanggung jawab mereka terhadap eksistensi umat dan agama Islam ini. Di samping itu, gerakan ijtihad secara menyeluruh hendaknya terus direvitalisasi.
Sejarah Peradaban Islam
Berbicara tentang sejarah bermakna bercerita tentang masa lalu, sebab sejarah adalah peristiwa, kejadian atau riwayat yang benar-benar terjadi pada masa lalu. Benarkah sejarah tak pernah bohong?, sejarah tidak pernah berbohong, sebab sejarah dibuktikan dengan peninggalan budaya[1]. Oleh sebab itu sejarah, baru bisa disebut sebagai sejarah, apabila ia meninggalkan bukti masa lalunya. Tanpa bukti maka sejarah tersebut hanya akan menjadi dongeng belaka. Mengapa orang perlu belajar tentang sejarah?, Bukankah orang harus melihat ke masa depannya bukan kebelakang (masa lalu)?. Perlu dipahami bahwa sejarah bukan hanya sekedar peristiwa, kejadian atau riwayat masa lalu, yaa,. memang ia terjadi pada masa lalu akan tetapi sejarah adalah teropong masa depan. Orang yang meninggalkan sejarahnya bermakna ia merusak masa depannya, orang yang melupakan sejarahnya bermakna ia tidak bisa melihat ke masa depannya. [1] Wujud kebudayaan merupakan bentuk yang dihasilkan oleh pemikiran kebudayaan. Adapun wujud kebudayaan menurut J.J. Hoenigman, ada tiga wujud kebudayaan, yakni: Pertama, Gagasan yaitu wujud kebudayaan yang berupa gagasan, ide, nilai, norma, peraturan, dan lain sebagainya. Sifatnya abstrak, tidak dapat diraba, disentuh dan bukan barang yang nyata. Jika gagasan ini dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan tersebut berada dalam karangan-karangan atau tulisan-tulisan. Misalnya: kitab kuno, prasati dan lain sebagainya. Kedua, Aktivitas yaitu tindakan atau aktivitas manusia yang berasal dari pemikiran kebudayaan. Wujud kedua ini sering disebut dengan sistem sosial, terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang sering berinteraksi. Sifatnya nyata, terjadi di sekeliling kita sehari-hari, dapat diamati dan didokumentasikan. Misalnya: sistem adat, sitem kemasyarakatan dan lain sebagainya. Ketiga, Artefak yaitu wujud fisik berupa hasil aktivitas atau karya manusia dalam masyarakat yang berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, didokumentasikan serta sifatnya wujud konkret. Misalnya: Patung, bangunan dan lain sebagainya.
Buku Pintar Sejarah & Peradaban Islam
Sejarah peradaban Islam adalah bentangan kilauan yang memancar dan menerangi peradaban dunia. Ketika bangsa Barat masih dalam masa-masa kegelapan (dark ages), sejarah peradaban Islam sudah memainkan peranannya bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Tak heran pada masa lalu, para Ilmuwan muslim yang ada di Andalusia, Baghdad, Damaskus, dan kota-kota Islam lainnya menjadi pionir dan mercusuar peradaban yang menginspirasi para Ilmuwan dan tokoh-tokoh Barat. Artefak-artefak sejarah, manuskrip-manuskrip kuno, bangunan-bangunan kokoh nan indah yang melambangkan kejayaan dan peninggalan-peninggalan sejarah peradaban Islam lainnya yang sampai hari ini jejaknya masih bisa dijumpai, adalah bukti dari keunggulan kaum muslimin yang disbeut oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai “Khairu ummah” (ummat terbaik). Penulis yang merupakan ahli sejarah berusaha meramu buku ini dengan gaya bahasa yang ringkas, mudah dipahami, dan alpabetik. Pembaca juga akan diajak untuk mengetahui sejarah kota-kota Islam, sekolah-sekolah Islam, perpustakaan-perpustakaan Islam, masjid-masjid bersejarah, istilah-istilah dalam sejarah khazanah peradaban yang bisa menambah pengetahuan dan kekaguman pembaca akan kejayaan Islam pada masa lalu. Buku ini sangat penting Anda miliki
Sejarah seni budaya Jawa Barat
Islam Indonesia dalam studi sejarah, sosial, dan budaya
On historical, social, and cultural aspects of Islam in Indonesia; collection of articles.
Perjalanan politik umat Islam dalam lintasan sejarah
Sejarah pendidikan Islam di Indonesia
Panduan Lengkap Ilmu Tajwid untuk Segala Tingkatan
Tajwid merupakan salah satu ilmu yang memiliki kedudukan mulia, karena sangat berkaitan dengan Kitab Suci al-Quran. Di dalamnya dibahas mengenai ukuran panjang-pendek harakat bacaan madd, derajat ketebalan bacaan tafkhim, metode membaca raum, isymam, ikhtilas, tashil dan imalah, dan segala hal yang berkenaaan dengan metode membaca al-Quran lainnya. Saat ini sudah banyak buku atau kitab yang membahas ilmu Tajwid. Ada yang membahasnya secara detail berjilid-jilid, dan ada pula yang ringkas dan simpel. Buku ini mengambil jalan tengah: menghimpun semua objek pembahasan ilmu Tajwid, namun tetap mempertimbangkan cara yang simpel, bahasa yang mudah dimengerti dan jelas, serta tersusun secara runut. Sangat bermanfaat dan referensial untuk Anda dan keluarga.
Kemahiran ilmu tajwid di kalangan pelajar
Risalah ilmu tajwid
Membicarakan ilmu tajwid al-Quran.